Semester 5 di jurusan Teknik Informatika tidak membuat saya begitu saja menjadi jago membuat program. Banyak hal yang masih sampai saat ini tidak saya mengerti. Pemrograman masih terlihat begitu sulit dan begitu asing.

Beberapa semester sudah berlalu, Saya mulai menyadari bahwa saya tidak sendiri merasakan hal ini. Banyak teman-teman saya yang berpendapat bahwa pemrograman adalah hal paling sulit yang pernah mereka kerjakan. Apalagi di jurusan saya, menuju semester 5, kita sebagai mahasiswa harus siap-siap untuk mengambil mata kuliah penjurusan atau matakuliah yang benar-benar ingin kita dalami pada sisa waktu perkuliahan

Ada 3 topik besar penjurusan yaitu pemrograman, jaringan dan terakhir multimedia. Satu persatu saya tanya teman kuliah, kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka lebih baik mengambil Multimedia. 2 penjurusan lainnya seperti sepi peminat. khususnya penjurusan pemrograman, masih sangat sedikit yang meminatinya

Kenapa hal ini bisa terjadi? Sayapun tidak punya jawaban pasti, tetapi dari data yang saya dapatkan dari percakapan dengan teman-teman sejurusan, hampir semua sepakat bahwa melakukan pemrograman itu sulit.

Saya sendiri sangat setuju dengan statement bahwa pemrograman itu sulit, alasannya adalah

1. Memiliki Dasar Matematika Yang Kuat

matematika

Saya tidak perlu berbohong lagi bahwa matematika itu tidak diperlukan dalam dunia pemrograman. Matematika adalah ilmu wajib yang harus dipelajari jika ingin menjadi programmer yang handal, mungkin anda tidak perlu memiliki dasar matematika yang kuat jika anda hanya seorang programmer front end yang hanay ngoding dengan html

Tetapi jika anda ingin menjadi programmer sejati yang menguasai segala bentuk bahasa pemrograman dan jago membuat algoritma yang dibutuhkan maka menguasai Matematika itu diwajibkan.

Tidak menjadi rahasia lagi, Matematika itu sangat Sulit?

2. Harus Berkorban Waktu

kehabisan waktu

Mungkin inilah penyebab kenapa banyak programmer itu adalah manusia Nerd. Untuk menjadi programmer kita perlu belajar, bereksperimen dengan sebuah masalah sampai kita menemukan jawabannya, bagi progrmmer hal itu bisa menjadi sangat addictive atau membuat kecanduan, mendapat masalah -> pecahkan, masalah baru -> pecahkan. Loop seperti inilah yang banyak memakan waktu. Karena tidak memiliki waktu, itu artinya kegiatan selain melakukan pemrograman harus di kurangi seperti waktu itu merawat diri dan bersosialisasi dengan orang lain

Itulah mungkin, kenapa sangat jarang orang dengan tipe ekstrovert ingin menjadi programmer, jika menjadi programmer adalah pilihan, maka mau tidak mau mereka harus belajar hidup seperti introvert

Walaupun Seandainya anda Introvert apakah anda mau mengorbankan waktu hanya untuk berinteraksi dengan komputer? bukankah itu tantangan yang jelas untuk menjadi seorang programmer

3. Tidak Jelas

Apa yang saya pikirkan, mungkin tidak seperti apa yang anda pikirkan. Banyak orang, entah itu dosen, teman, kakak tingkat sampai orang yang tidak tau apa-apa tentang dunia komputer mengatakan bahwa menjadi programmer itu sangat bagus, cepat mendapatkan kerja dan gaji yang besar.

Apakah saya boleh percaya dengan opini seperti itu? Saya tidak tau, tetapi yang saya tau adalah jaman sekarang apalagi di indonesia tidak ada jaminan kalau menjadi programmer itu hidupnya akan jelas seperti menjadi PNS.

apalagi baru-baru ini saya membaca salah satu arikel di internet yang membuat saya tambah down, dalam artikel ini si penulis benar-benar membeberkan apa saja opininya tentang kehidupan sebagai programmer

untuk artikelnya anda bisa baca disini : http://www.candra.web.id/mengapa-sebaiknya-anda-tidak-jadi-programmer/